Tim Medis Pencarian Kapal Hilang Kabupaten Takalar

MAKASSAR – Senin, 22 Juli 2013 Tim Bantuan Medis (TBM) Calcaneus Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin menerima informasi adanya kapal hilang. Menurut informasi, kapal kecil yang berlayar dari pelabuhan Makassar ini, dibawa oleh dua orang nelayan yang menuju Nusa Tenggara Timur.

Informasi diterima pada pukul 14.00 WITA melalui komunikasi dengan anggota Badan Sar Nasional (Basarnas), setelah melakukan persiapan  administrasi dan perlengkapan medis, TBM Calcaneus segera menurunkan tim medis dengan Team Commander Rahmat Wahyudi (Calcaneus 016 801). Tim medis tiba di Pelabuhan Paotere pukul 15.00 WITA dan langsung berkoordinasi dengan instansi yang telah tiba terlebih dahulu. Tim yang akan melakukan pencarian berjumlah 30 orang yang terdiri dari 7 orang dari TBM Calcaneus, 1 orang dari PMI, 2 orang dari Siaga Ners, dan 20 orang dari Basarnas. Namun pencarian ditunda hingga keesokan harinya dikarenakan titik koordinat dari korban yang belum jelas.

Selasa, 23 Juli 2013 pada pukul 06.00 WITA tim melanjutkan pencarian. Pencarian pertama dilakukan di sekitar perairan Pulau Tanah Keke tetapi tidak ditemukan korban. Dengan kondisi angin laut yang cukup kencang dengan ombak yang besar, pencarian dilanjutkan ke perairan sekitar Kab. Bantaeng. Pada pukul 09.35 WITA korban ditemukan. Korban berjumlah dua orang ditemukan dalam keadaan baik dengan kapal kecil yang sudah kehabisan bahan bakar. Basri (NTT/33 Th) mengeluh lemas, pusing, dengan keadaan nadi yang tidak kuat angkat.  Irwan (NTT/29 Th) mengeluh pusing berputar-putar.

Menurut pengakuan korban yang masih terkulai lemah di tempat tidur medis, awal perjalan mereka dimulai tujuh hari lalu. Mereka hanya berbekal makanan yang cukup dan sedikit pengetahuan minim tentang navigasi darat khususnya dalam membaca peta. “Ditengah perjalanan mesin kapal mati”, akunya, salah satu dari mereka sempat dapat menghubungi istri dan memberi tahu bahwa mereka tersesat. Mereka memutuskan untuk memasang jangkar di perairan sekitar Bantaeng.

Setelah empat hari terluntang-lantung di perairan dengan perbekalan yang sudah habis, korban ditemukan oleh tim pencari. Untungnya dalam hal ini, titik koordinat dari kapal yang hilang akhirnya dapat diketahui setelah berhasil melacak signal panggilan terakhir yang berasal dari istri korban. Menurut Harlan, salah satu tim pencari dari TBM Calcaneus, korban dapat cepat ditemukan karena adanya titik koordinat keberadaan si korban yang jelas.

Kemudian, kapal dievakuasi menuju Makassar, dan korban dilarikan ke rumah sakit oleh Tim Kesehatan di pelabuhan setelah mendapatkan penanganan awal dari tim medis.

DSC_0980

TBM Calcaneus dan koordinator lapangan Basarnas

DSC_0931

Evakuasi kapal oleh tim pencari

DSC_0960


DSC_0942

Penanganan awal kepada korban oleh Tim Medis

DSC_0984

Tim pencari

(putih&slayer merah: TBM Calcaneus FK Unhas, biru: Siaga Ners, oranye:  Basarnas)

About tbm calcaneus