Rubrik Logistik

Chloramphenicol

Komposisi : Chloramphenicol

Golongan : Chloramphenicol, antibiotik

Sediaan : Kapsul 250 mg ; 0,5% Chloramphenicol Salep : ampul 2 ml

Indikasi : Demam Tifoid dan Paratifoid, Infeksi berat oleh H. Influenzae, Salmonella, infeksi meningeal, Konjugtivitas bakteria, otitis externa, dll

Kontraindikasi : Hipersensitivitas, gangguan fungsi hati & ginjal yang berat, pregnancy, lactation, dll

Obat ini mempunyai efek samping diantaranya adalah peripheral dan optic neuritis, kebutaan, encelophaty, delirium, depresi mental, sakit kepala. Dll Chloramphenicol menghambat sintesis protein bakteri yang berikatan pada subunit  50s ribosom, bakteri mencegah formasi ikatan peptide melalui peptidyl transferase. Absorpsi dari obat ini setelah 1 atau 2 jam secara oral, dan langsung didistribusikan secara luas ke dalam jaringan tubuh.

Dosis dewasa > 2 minggu 50 mg/kgbb sehari dalam dosis terbagi 3-4, sedangkan bayi & premature < 2 minggu 25 mg/kgbb sehari dengan dosis terbagi 4, diberikan pada saat perut kosong, satu jam sebelum atau 2 jam setelah makan.

Peralatan Penunjang

H.T ( Handy Talky )

Merupakan alat yang digunakan untuk komunikasi jarak jauh. Sumber energi alat ini dapat berasal dari baterai ataupun dari charge. Jenis HT sendiri ada 2 macam yaitu :

-  Manual : tidak dilengkapi dengan monitor, dioperasikan  secara manual yaitu  dengan memutar tombol.

-  Digital : dilengkapi dengan monitor,dioperasikan dengan menekan tombol- tombol digit.

Di Logistik sendiri terdapat HT manual dan HT digital. HT manual mempunyai beberapa komponen yaitu :

1.     Antena HT, bentuknya bervariasi

2.     Body HT

Pada body HT terdapat beberapa komponen lainnya seperti :

a. Tombol On-Off          : untuk mengaktifkan HT

b. Tombol sequele       : digunakan untuk penyesuaian  frekuensi

c. Volume                        : penyesuaian volume HT

d. High-Low                    : digunakan untuk menentukan tingkatan frekuensi yang digunakan.

e. Main-Dial                    : digunakan untuk lama penggunaan HT, gunakan main untuk operasi terus-menerus, gunakan dial untuk

operasi sementara.

Pemeliharaan :

1.      Pengontrolan HT sebaiknya dilakukan setiap bulannya.

2.      Untuk menghindari kerusakan HT, biasakan sebelum HT dinon-aktifkan, volume dan scuele pada posisi paling kecil (nol).

3.      Untuk penyimpanan dalam jangka waktu tertentu, komponen HT sebaiknya dipisah, dan baterai dilepas dari tempatnya.

4.      Jangan menggunakan HT pada frekuensi yang sama pada jarak dekat.


GLUCOMETER

Merupakan alat yang digunakan untuk mengukur kadar gula dalam darah dengan mengambil sedikit sampel darahnya. Kadar gula sewaktu akan langsung tertera dalam layar Glucometer.

Pemeliharaan :

1.      Jangan lupa mematikan GPS bila sudah tidak digunakan lagi.

2.      Simpanlah di tempat yang kering.

3.      Bersihkan sisa-sisa darah setelah menggunakan alat.

Dexamethasone

Komposisi : Dexamethason

Golongan : Kortikosteroid

Sedian :  Tablet 0,5 mg ampul 2 ml

Indikasi : Arthritis, SLE, penyakit dermatologis, alergi berat, penyakit mata, Anemia Hemolotik Autoimun,

Leukemia, Udem Serebral, Syok Kardiogenik.

Kontraindikasi : sensitivitas terhadap dexamethasone, wanita hamil dan menyusui, suntikan ke dalam

sendi yang terinfeksi atau tidak stabil, tukak peptic, diabetes mellitus.

Efek samping : gangguan cairan dan elektrolit, gangguan sikosis, tukak peptic, kelemahan otot, osteoporosis.

Dosis : Oral : 0,75 mg/hari, diikuti pengurangan dosis sampai dosis seminimal mungkin.

Parenteral               : 0,5-9 mg/hari, diikuti pengurangan dosis sampai dosis seminimal mungkin.

Dosis > 9 mg/hari untuk penyakit berat.

Pemberian : Berikan sesudah makan dan sebelum tidur malam

Mekanisme kerja :

Kortikosteroid bekerja dengan mempengaruhi kecepatan sintesis protein. Molekul hormone memasuki sel melewati membrane plasma secara difusi pasif.

Hanya di jaringan target hormone ini bereaksi dengan reseptor protein yang spesifik dalam sitoplasma sel dan membentuk kompleks reseptor-steroid.

Kompleks ini mengalami perubahan konformasi, lalu bergerak menuju nucleus dan berikatan dengan kromatin.

Ikatan ini menstimulasi transkripsi RNA dan sintesis protein spesifik. Induksi sintesis protein ini yang akan menghasilkan efek fisiologik steroid.

About tbm calcaneus