Pencarian Kapal Tenggelam Pangkajene dan Kepulauan oleh Tim Sar Gabungan

DSC02519K

 

MAKASSAR – Selasa, 23 Juli 2013 terjadi insiden kapal hilang di perairan Pangkep Kota. Pangkajene. Kapal tersebut berangkat sekitar pukul 13.00 WITA dari Pasar Sentral Kab. Pangkajene menuju Pulau Karanrang yang berjarak sekitar 7,5 mil menaiki kapal kecil, transportasi yang biasa digunakan masyarakat yang tinggal di Pangkajene dan Kepulauan. Informasi ini didapatkan dari korban hidup yang diselamatkan oleh masyarakat disekitar Pulau Polewali, pulau terdekat dari titik tenggelamnya kapal.

 Tim Bantuan Medis Calcaneus Fakultas Kedokteran Unhas mendengar informasi ini langsung melakukan koordinasi untuk menurunkan tim medis ke lokasi insiden. Tim medis dengan team commander, Monareza R. (Calcaneus 016820) diturunkan dengan tujuan untuk turut serta membantu pencarian khususnya menunjang hal-hal medis yang dibutuhkan pada proses pencarian. Tim pencari dikoordinatori oleh Pak Arianto Ardi dari Basarnas Makassar. Tim sar gabungan terdiri dari 5 anggota dari TBM Calcaneus FK Unhas, 4 anggota SAR Unhas , 1 anggota SAR UNM, 3 anggota Siaga Ners dan 12 anggota Basarnas. Posko pencarian didirikan tim gabungan di dermaga Biring Kassi.

 Selasa, 24 Juli 2013, pencarian dimulai pada pukul 07.30 WITA dengan dibagi dua tim penyisir. Tim 1 menuju Pulau Karanrang untuk mencari informasi mengenai identitas dan keadaan terakhir dari korban. Dan Tim 2 menuju perairan antara Pulau Karanrang dan Pulau Laia. Pada pukul 09.0 WITA tim 1 tiba, tim berkoordinasi dengan Pak Syaifuddin, anggota dari Polsek Leukang Kutabiring Utara. Menurut info yang beliau dapatkan dari korban selamat, mereka memulai perjalanan dari Pasar Sentral Pangkajene pada pukul 13.00 WITA. Diperjalanan mereka menemui ombak besar di sekitar Takkaombongan, sekitar 100 meter setelah itu kapal yang merekai naiki terbalik. Salah satu korban yang selamat berenang hingga Pulau Laiya, pulau terdekat dari lokasi kapal tenggelam dan meminta pertolongan. Korban selamat sempat terapung selama 2 jam sebelum di evakuasi oleh masyarakat sekitar pulau. “Korban berjumlah 8 orang, yang seluruhnya merupakan masyarakat di pulau ini, korban selamat yaitu Abdur Rahman bin Aseng (L/30 Th) merupakan pengendara kapal, Mahdi (L/35 Th), Minne (P/35 Th), Widia (P/14 Th), Makka (P/10 Th). Korban meninggal yang ditemukan berjumlah 1 orang yaitu Labbi (L/40 Th). Dan 2 orang hilang yaitu Puang Isa (P/40 Th) dan Mardi (P/11 Th). Tim kemudian bertemu di Pulau Polewali pada pukul 10.10 WITA bertukar informasi dan beristirahat kemudian melanjutkan perjalanan kembali ke posko untuk evaluasi pada pukul 14.00 WITA. Menurut Pak Ruki Asikin, Kepala Kantor Basarnas Makassar, angin utara memang seringkali terjadi cukup kuat di perairan ini sehingga dapat menjadi kendala yang cukup besar untuk para nelayan maupun masyarakat yang menuju ke daerah kepulauan.

 Pencarian kembali dilakukan keesokan harinya, Rabu, 25 Juli 2013 pada pukul 08.00 WITA. Pencarian dipusatkan di titik antara Pulau Laiya dan Pulau Karanrang. Pada pukul 12.30 WIT team rescue mendapatkan info dari nelayan yang melakukan penyelaman, korban  yang bernama Puang Isa ditemukan di dasar laut di titik antara Pulau Polewali dan Pulau Karanrang bersama dengan perahu yang tenggelam. Team rescue menghentikan pencarian pada pukul 14.00 WITA dan kembali ke posko induk. Belum ada info lebih lanjut mengenai keberadaan Mardia, anak perempuan 11 tahun yang diduga meninggal. Pencarian akan dilanjutkan esok hari. (25/ 7 TBM Calcaneus FK Unhas)

About tbm calcaneus