Laporan Perkembangan Tim Medis Bencana Letusan Gunung Sinabung

IMG_0340IMG_0360

TC berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, Koordinator Satgas Tanggap Darurat (Dandim 0205 TK), salah satu pejabat BNPB, dan Koordinator Posko Relawan Karang Taruna.

 IMG_0522

IMG_0394

Pendistribusian 6000 buah Masker Kepada Logistik Posko Utama

IMG_0467

Gunung Sinabung kembali meletus pada hari Senin (18/11/13) dengan ketinggian erupsi mencapai 8000 meter. Melihat keadaan ini, TBM Calcaneus Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin memutuskan untuk menurunkan Tim Medis Emergency Gunung Sinabung. Setelah menunjuk tim medis dan mempersiapkan peralatan serta obat-obatan, tim medis dilepaskan oleh Badan Pengurus pada hari Rabu (20/11/13) pada pukul 03.16 WITA dan segera menuju ke bandara untuk kemudian berangkat ke Medan melalui Jakarta. Tim medis tiba di Medan pukul 17.11 WIB dan menginap satu malam di Medan.

Keesokan paginya (Kamis, 21/11/13), tepatnya pukul 09.20 WIB, tim medis membagi tim menjadi dua tim kecil dengan pembagian tugas sebagai berikut: tim 1 menuju ke Dinas Sosial (dinsos) Provinsi Sumatera Utara sedangkan tim 2 menuju ke Dinas Kesehatan (dinkes) Provinsi Sumatera Utara. Kedua tim bergerak untuk mengabarkan keberadaan tim dan berkoordinasi dengan dinas setempat, menjelaskan tujuan tim datang ke Sumatera Utara, serta mencari data up to date tentang keadaan pengungsi letusan Gunung Sinambung. Berdasarkan hasil koordinasi, diperoleh data sebagai berikut: terdapat 12 titik pengungsian dengan total pengungsi sebanyak 5047 jiwa; pengungsi membutuhkan masker, pembalut wanita, dan minyak kayu putih. Namun, untuk kebutuhan pembalut wanita dan minyak kayu putih tidak dapat disalurkan oleh dinkes sendiri karena tidak adanya anggaran untuk kedua hal tersebut. Selain itu, melalui koordinasi dengan dinkes dan dinsos provinsi juga diperoleh disposisi lisan dan tertulis ke dinkes dan dinsos Kabupaten Karo. Setelah berkoordinasi dengan dinkes dan dinsos provinsi, pukul 14.20 kedua tim bergabung kembali dan langsung menuju ke Kabupaten Karo. Tim medis tiba di Posko Utama Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gunung Sinabung di Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo pada pukul 18.10 WIB. Setibanya di posko utama, TC langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, Koordinator Satgas Tanggap Darurat (Dandim 0205 TK), salah satu pejabat BNPB, dan Koordinator Posko Relawan Karang Taruna. Berdasarkan hasil koordinasi, diperoleh data sebagai berikut: terdapat 16 titik pengungsian dengan total pengungsi sebanyak 6229 jiwa/1999 KK; penyakit-penyakit yang sering diderita pengungsi adalah ISPA, batuk, pilek, sakit perut, gatal-gatal, dll; masih sangat dibutuhkan tenaga medis di beberapa posko pengungsian, terutama untuk anak-anak; Gunung Sinabung dalam keadaan sangat tidak stabil dan dapat meletus kapan saja.

Setelah berkoordinasi, tim menginap diposko utama satu malam. Keesokan paginya (Jumat, 22/11/13), tim kembali berkoordinasi dengan Koordinator Posko Relawan Karang Taruna tentang penyerahan bantuan masker dan lokasi posko pengungsian yang akan di-backup oleh tim medis. Pukul 10.55 WIB tim medis melakukan menyerahkan sekitar 4500 masker kepada logistik posko utama untuk nantinya akan disalurkan oleh posko utama ke posko-posko pengungsian lain, sedangkan sekitar 1500 masker lainnya dibawa oleh tim medis untuk diserahkan langsung ke posko pengungsian yang akan di-backup ­oleh tim. Setelah melakukan serah terima, tim segera berangkat menuju posko pengungsian di Desa Naman, Kec. Naman Teran, Kab. Karo. Di posko ini, tim medis hanya memberikan masker lalu berpindah ke posko pengungsian lain karena medis untuk posko ini sudah terfasilitasi dengan baik. Selanjutnya, tim medis bergerak ke Desa Tiga Nderket, Kec. Tiga Nderket, Kab. Karo. Di desa ini terdapat tiga posko pengungsian, namun ternyata medis ketiga posko pengungsian ini juga telah terfasilitasi dengan baik, karena itu tim kembali bergerak mencari posko lain yang belum terfasilitasi secara medis. Setelah mencari beberapa lama, tim medis menemukan satu posko pengungsian yang tidak terdaftar di posko utama, yaitu Masjid Tiga Nderket. Karena tidak terdaftar di posko utama, posko pengungsian ini belum terfasilitasi secara medis sehingga tim medis memutuskan untuk menetap di posko pengungsian tersebut dan membuka posko medis. Tim medis standby sampai pagi dan mengadakan pemeriksaan kesehatan bagi para pengungsi di posko tersebut.

Keesokan paginya (Sabtu, 23/11/13), tim menyerahkan masker yang tersisa ke koordinator posko pengungsian Masjid Tiga Nderket, setelah itu tim langsung bergerak menuju Desa Mardinding yang berada di sekitaran kaki Gunung Sinambung. Tim medis memutuskan berangkat ke sana untuk memastikan apakah masih ada warga yang belum mengungsi ataukah semua telah mengungsi. Tim berencana akan melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga yang belum mengungsi, tapi sesampainya di Desa Mardinding ternyata semua warga telah mengungsi dan Desa Mardinding dalam keadaan tanpa penghuni. Setelah memastikan hal tersebut, tim kembali ke Desa Tiga Nderket untuk membersihkan diri. Selanjutnya, tim medis kembali berpindah ke posko-posko pengungsian lain untuk memastikan setiap posko pengungsian telah terfasilitasi dengan baik secara medis. Setelah memastikan semua posko pengungsiantelah terfasilitasi dengan baik secara medis, tim memutuskan untuk kembali ke posko utama di Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo. Sesampainya di posko utama, tim langsung berkoordinasi dengan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karo dan Koordinator Posko Relawan Karang Taruna untuk melaporkan tindakan yang telah dilakukan tim selama di posko pengungsian dan sebagai pertimbangan untuk tindakan selanjutnya. Berdasarkan koordinasi, TC memutuskan untuk kembali ke Medan karena secara keseluruhan kebutuhan medis para pengungsi telah terfasilitasi dengan baik. Tim tiba di Medan pada Sabtu malam sekitar pukul 20.30 WIB dan menginap satu malam di Medan.

Setelah menginap satu malam di Medan (Minggu, 24/11/13), tim mendapat kabar dari instansi di Posko Utama Tanggap Darurat Penanganan Bencana Gunung Sinabung bahwa Gunung Sinabung kembali meletus tapi hanya letusan kecil. Mendengar kabar ini, tim medis kemudian memutuskan untuk stand by di Medan untuk memantau kabar selanjutnya dari Gunung Sinabung. Sekitaran pukul 22.00 WIB tim medis mendapat kabar terbaru bahwa Gunung Sinabung kembali meletus, kali ini dengan erupsi yang tidak begitu tinggi namun kali ini disertai semburan awan panas dengan radius sekitar 800 meter. Hal ini menyebabkan status Gunung Sinabung naik ke level 2 dari siaga 3 menjadi awas. Tidak hanya itu, dikabarkan bahwa pengungsi yang kemarin berada di Desa Naman dan Desa Tiga Nderket kini diungsikan ke posko utama di Kecamatan Kebanjahe, sampai saat in jumlah pengungsi mencapai 12000 jiwa.

Mendengar kabar ini, tim medis yang sudah berencana kembali ke Makassar mengurungkan niat dan memutuskan untuk kembali ke Sinabung besok pagi (Senin, 25/11/2013). Besok pagi, tim medis akan kembali melaksanakan tugas kemanusiaan bencana alam Letusan Gunung Sinabung.

Written by : Apriyanto Lifandy (017)

About tbm calcaneus