Keputihan dalam Kehamilan

November 25, 2010 by admin
Filed under: Artikel Kesehatan 

Keputihan merupakan keluhan yang paling sering ditemukan pada wanita yang datang berkonsultasi untuk masalah penyakit kandungan.

Seorang wanita lebih rentan mengalami keputihan pada saat hamil karena terjadi perubahan hormonal yang salah satu dampaknya adalah peningkatan jumlah produksi cairan dan penurunan keasaman vagina serta terjadi pula perubahan pada kondisi pencernaan. Semua ini berpengaruh terhadap peningkatan risiko terjadinya keputihan, khususnya yang disebabkan oleh infeksi jamur.

Kondisi normal seorang wanita yang dapat menyebabkan sekret keluar berlebihan adalah pada keadaan:

  • Bayi baru lahir hingga berusia kira-kira 10 hari. Hal itu terjadi karena pengaruh hormon estrogen dari ibunya.
  • Masa sekitar menarche atau pertama kalinya haid datang.
  • Seorang wanita yang sedang mengalami gairah seksual.
  • Masa sekitar ovulasi karena adanya produksi kelenjar-kelenjar pada mulut rahim.
  • Kehamilan yang mengakibatkan meningkatnya suplai darah ke vagina dan mulut rahim, serta penebalan dan melunaknya selaput lendir vagina.
  • Pengeluaran lendir yang bertambah pada wanita yang menderita penyakit kronik atau pada wanita yang mengalami stres.

Keputihan yang abnormal memiliki penampakan sebagai berikut:

  • Sekret yang berlebihan, putih seperti susu dan menyebabkan bibir kemaluan terasa gatal.
  • Sekret berlebihan, warna putih kehijauan atau kekuningan dengan bau yang tidak sedap.
  • Keputihan yang disertai nyeri perut di bagian bawah atau nyeri panggul belakang dan badan terasa sakit.
  • Sekret sedikit atau banyak, berupa nanah, rasa sakit dan panas pada saat berkemih, terjadi beberapa waktu setelah hubungan seksual dengan pasangan yang juga mengalami keluhan pada kemaluannya.
  • Sekret kecoklatan (seperti darah) yang terjadi setelah senggama.
  • Sekret bercampur darah yang terjadi ditengah siklus haid atau setelah senggama.

Penyebab paling sering dari keputihan tidak normal ialah infeksi. Infeksi ini dapat disebabkan oleh:

  1. Kuman (bakteri) : Gonococcus, Neisseria gonorrhoea, Chlamydia trachomatis, Gardnerella vaginalis, Treponema vallidum,
  2. Jamur, dari spesies kandida.
  3. Parasit, dengan penyebab keputihan terbanyak adalah Trichomonas vaginalis.
  4. Virus. Ini sering disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) dan Herpes Simpleks.

Penyebab lain dari keputihan selain infeksi adalah:

  1. Kelainan alat kelamin didapat atau bawaan.
  2. Benda asing.
  3. Kanker.
  4. Menopause.

Cara pencegahan untuk menghindari terjadinya keputihan adalah sebagai berikut:

  • Kebersihan pada organ kemaluan harus selalu diperhatikan. Kebiasaan membersihkan daerah kemaluan setelah buang air kecil atau buang air besar harus benar.
  • Bersihkan organ intim dengan pembersih yang tidak mengganggu kestabilan pH di sekitar vagina.
  • Hindari pemakaian bedak pada organ kewanitaan dengan tujuan agar vagina harum dan kering sepanjang hari.
  • Dalam keadaan haid atau menggunakan pembalut wanita, pakailah celana dalam yang pas sehingga pembalut tidak bergeser dari belakang ke depan.
  • Jangan gunakan handuk bersama orang lain dan hindari penggunaan pakaian renang basah bergantian.
  • Sebaiknya gunakan pakaian dalam dari katun.
  • Hindari penggunaan celana panjang yang ketat dan tebal (seperti jeans) terus-menerus
  • Buang air besar yang tidak setiap hari juga merangsang sekresi lendir dari vagina, karena adanya massa berupa kotoran di saluran poros usus yang berada di belakang vagina.
  • Jangan terlalu sering menggunakan cairan pencuci (douche) vagina atau menyabuni daerah kemaluan secara berlebihan sehingga kelembaban vagina menjadi terganggu.

Efek samping dari keputihan yang abnormal dalam kehamilan :

  1. Pada saat persalinan bayi dapat kontak dengan bakteri penyebab infeksi sehingga dapat menyebabkan penyakit atau kecacatan
  2. Pada infeksi Chlamydia dapat terjadi keguguran hingga persalinan sebelum waktunya (persalinan prematur).
  3. Infeksi virus Herpes simpleks dapat menyebabkan radang pada otak bayi (ensefalitis).
  4. Infeksi jamur Candida sp dapat meningkatkan risiko terjadinya ayan (epilepsi).
  5. Infeksi virus HPV dapat menyebabkan terjadinya papiloma laring pada bayi yang menyebabkan gangguan pernapasan dan gangguan pencernaan bayi hingga kematian.
  6. Infeksi bakteri Neisserea gonorrhoeae dapat menyebabkan infeksi pada mata bayi hingga terjadi kebutaan.
  7. Pada keputihan yang tidak normal yang disebabkan oleh infeksi, tentunya infeksi yang berlanjut dan tergantung penyebabnya, dapat mengganggu kesehatan ibu hamil.

Comments

Tell me what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!





  • Ucapan

      Berita Duka

      26 Januari 2011 Segenap keluarga besar TBM CALCANEUS FKUH mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Kakek dari saudara kami Fandi Ahmad 013 679, semoga keluarga yg...

      Ucapan Selamat Kepada Wisudawan/ti

      Wisudawan Baru Anggota TBM Calcaneus FK Unhas BulanDesember Tahun 2010 Selamat kepada saudara-saudari kami yang telah menyelesaikan studi preklinik maupun klinik