Sekilas TBM

Berita Duka -

Telah berpulang ke rahmatullah Ayahanda dari saudari FITRIANI SYAIFULLAH Calcaneus 012 586 tanggal 10 Juni 2009 sekitar pukul 07.30 WITA.

Mudah-mudahan amal ibadah ayahanda diterima di sisiNya dan kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kekuatan dan ketabahan. Mohon doanya.

 Details...

Presentasi Konsep Triple Ten Day -

Salam persaudaraan dan kemanusiaan

Disampaikan kepada seluruh anggota TBM Calcaneus bahwa pada hari senin, 29 Juni 2009 akan dilaksanakan Presentasi Konsep Triple Ten Day bertempat di ruang PPDS Fakultas Kedokteran Unhas pukul 16-00-21.00. Kepada anggota TBM Calcaneus diharapkan kehadirannya

 Details...

Informasi Kesehatan

LINK Kesehatan
LINK Kesehatan

Profil Anggota

Image Ketua TBM Calcaneus
Wahyudi Pratama Harli

Image Sekretaris Umum TBM Calcaneus

Image Bendahara TBM Calcaneus

 

TBM Galeri

Agenda

September 2010 October 2010
Su Mo Tu We Th Fr Sa
Week 35 1 2 3 4
Week 36 5 6 7 8 9 10 11
Week 37 12 13 14 15 16 17 18
Week 38 19 20 21 22 23 24 25
Week 39 26 27 28 29 30

Who's Online

Polling

Bagaimana tampilan website TBM?
 

Login






Lost Password?
No account yet? Register

Messenger

Home
Penanganan Gigitan Ular PDF Print E-mail
Pengelompokkan ini berguna bagi tenaga kesehatan untuk penanganan selanjutnya dalam pemberian anti venom sesuai dengan pengelompokkan tersebut.

Efek yang ditimbulkan akibat gigitan ular dapat dibagi 3 :

1. Local efek
beberapa spesies seperti coral snakes, krait akan memberikan efek yang agak sulit di deteksi dan hanya bersifat minor tetapi beberapa spesies, gigitanya dapat menghasilkan efek yang cukup besar seperti : bengkak, melepuh,perdarahan,memar sampai dengan nekrosis.yang mesti diwaspadai adalah terjadinya shock hipovolemik sekunder yang diakibatkan oleh berpindah cairan vaskuler ke jaringan akibat pengaruh bisa ular tersebut.

2. General efek
gigitan ular ini akan menghasilkan efek sistemik yang non-spesifik seperti : nyeri kepala,mual dan muntah,nyeri perut, diare sampai pasien menjadi kolaps. Gejala yang ditemui seperti ini sebagai tanda bahaya bagi tenaga kesehatan unuk memberi petolongan segera.

3. Spesifik systemic efek
Dalam hal ini spesifik systemic efek dapat di bagi berdasarkan :
• Koagulopathy
Beberapa Spesies ular dapat menyebabkan terjadinya koagulopathy. Tanda – tanda klinis yang dapat ditemui adalah keluarnya darah terus menerus dari tempat gigitan,venipuncture, dari gusi, dan bila berkembang akan menimbulkan hematuria,haematomisis,mel ena dan batuk darah.

• Neurotoxic
Gigitan ular ini dapat menyebabkan terjadinya flaccid paralysis. Ini biasanya berbahaya bila terjadi paralysis pada pernafasan. Biasanya tanda – tanda yang pertama kali di jumpai adalah pada saraf cranial seperti ptosis,opthalmophlegia, progresif. bila tidak mendapat anti venom akan terjadi kelemahan anggota tubuh dan paralisis pernafasan. Biasaya full paralysis akan memakan waktu lebih kurang 12 jam, pada beberapa kasus biasanya menjadi lebih cepat, 3 jam setelah gigitan.

• Myotoxicity
Myotoxiticty hanya akan di temui bila seseorang diserang atau digigit oleh ular laut. Ular yang berada didaratan biasanya ditidak ada yang menyebabkan terjadinya myotoxicity berat. Tanda dan gejala adalah : nyeri otot,tenderness,myoglobinu ria,dan berpotensi untuk terjadinya gagal ginjal, hiperkalemia dan cardiotoxicity.

Pertolongan pertama pada gigitan ular :
- immobilisasi anggota tubuh yang digigit
- anjurkan pasien untuk tenang.
- bawa pasien yang mempunyai fasilitas kesehatan yang memadai.

Balut tekan tidak semua digunakan pada semua kasus gigitan ular.walaupun demikian , jika diketahui bahwa gigitan ular tersebut tidak termasuk kedalam non – necrotic spesies maka pressure immobilasi teknik dapat digunakan. Bila gigitannya disebabkan oleh King Kobra yang menyebabkan local necrosis yang biasanya tidak berat, tetapi dapat menyebabkan paralysis yang cepat dan berat, maka pressure immobilisasi methode mempunyai alasan untuk digunakan

Metode lama dalam pertolongaan pertama yang masih dipakai adalah memasang torniquet,suction dengan alat atau menggunakan mulut (biasanya terinspirasi dari menonton film yang bertemakan petualangan), pemberian bahan – bahan kimia yang semuanya sebenarnya merupakan kontra indikasi.

Seandainya bila anti venom tidak tersedia ditempat tersebut. ini tidak menjadi kendala asal luka telah dibersihkan.

Managemen untuk gigitan ular
1. selalu mengasumsikan bahwa semua gigitan ular dapat mengancam kehidupan.
2. bila melakukan triage kasus gigitan ular maka selalu dimasukkan kedalam katagori emergency.
3. pasang iv line pada semua kasus.
4. berhati – hati ketika memilih lokasi pemasangan iv line atau pengambilan sample darah pada kasus koagulopahty, yang betujuan untuk mencegah pendarahan. Khususnya pada pembuluh darah subclavia, jugular,femur.
5. hindari melakukan penyuntikan intra muscular jika memungkinkan terjadinya coagulopathy.
6. lakukan pemeriksaan whole blood clotting time ( WBCT)
7. jika terjadi gangguan pada pernafasan akibat paralysis, persiapkan untuk intubasi dan pemasangan ventilator eksternal.
8. jika terjadi shock, tangani dengan pemberian cairan.

Tips yang dapat dilakukan:
- Usahakan membunuh ular yang mengigit anda untuk memudahkan identifikasi ular dalam pemberian anti venom. Ketika membunuh ular tersebut jangan sampai anda tergigit lagi oleh ular tersebut.

- Untuk membedakan antara ular berbisa dengan tidak adalah dengan melihat bekas gigitan. Gigitan yang terdiri dari 2 lubang gigitan layaknya gigitan vampire menandakan ular tersebut memiliki racun (Bisa), sedangkan gigitan yang membentuk setengah lingkaran cenderung tidak berbisa.

 

Testimonial

ImageDengan adanya TBM Calcaneus semua bencana yang terjadi di daerah ini bisa dapat cepat ditangani dan ditolong. bravo TBM!!!

Dedy Triawan
Warga Kota Makassar